Senin, 09 Maret 2009

padang lamun

Ekosistem Padang Lamun
Sistem (organisasi) ekologi padang lamun yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik disebut ekosistem lamun (seagrass ecosystem). Lamun (seagrass) disebut juga ilalang laut (Romimohtarto dan Juwana, 1999). Lamun merupakan tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang seluruh proses kehidupannya berlangsung di perairan laut dangkal (Kiswara dan Winardi, 1994).










Gambar 6. Morfologi lamun (Soedharma, 2008a)
Lamun mempunyai akar, daun, bunga dan jaringan-jaringan yang dilapisi lignin sebagai penyalur bahan makanan, air dan gas. Lamun merupakan komponen biotik yang bersifat autotrof (organisme yang mampu menyediakan/mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti matahari dan kimia). Perbedaan lamun dengan tumbuhan darat, yaitu bahwa lamun tidak mempunyai stomata (Susetiono 2004, dalam Irawan, 2008). Lamun memiliki bunga, berpolinasi, menghasilkan buah dan menyebarkan bibit seperti halnya tumbuhan darat. Pada sistem klasifikasi, lamun berada pada Sub Kelas Monocotyledoneae dari kelas Angiospermae. Di Indonesia ditemukan 12 species lamun dari 7 marga. Penyebaran padang lamun di wilayah laut berdasarkan species-species yang umum terdapat di Indonesia, dicantumkan pada Lampiran 1.
Lamun merupakan tetumbuhan yang beradaptasi penuh untuk hidup di lingkungan laut. Eksistensi lamun di laut merupakan hasil adaptasi, berupa toleransi terhadap salinitas yang tinggi, kemampuan menancapkan akar di substrat sebagai jangkar, serta kemampuan tumbuh dan bereproduksi pada saat terbenam air. Salah satu hal penting dalam adaptasi reproduksi lamun adalah hidrophilus, yaitu kemampuannya untuk melakukan polinasi di bawah air (Soedharma, 2008a).
Pola hidup lamun sering berupa hamparan, sehingga dikenal dengan istilah padang lamun (seagrass bed) yaitu hamparan vegetasi lamun yang menutupi suatu area pesisir atau laut dangkal, terdiri dari satu jenis atau lebih dengan kerapatan padat atau jarang. Menurut Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (2004) padang lamun dapat dikatakan baik (kaya/sehat) apabila persentase penutupan padang lamun sekitar ≥ 60%, kondisi penutupan 30 - 59,9% termasuk kategori kurang kaya atau kurang sehat, dan dikatakan miskin apabila persentase penutupan lamun ≤ 29,9%. Ekosistem padang lamun dapat dilihat pada Gambar 7.













Gambar 7. Ekosistem padang lamun (Dok : Pribadi, 2008)

Ekosistem padang lamun memiliki kondisi ekologis yang sangat khusus dan berbeda dengan ekosistem mangrove ataupun terumbu karang. Menurut Soedharma, (2008a), ciri-ciri ekologis padang lamun, antara lain adalah :
1. Terdapat di perairan pantai yang landai, dataran lumpur atau pasir.
2. Terdapat di batas terendah daerah pasang surut dekat hutan bakau, atau di dataran terumbu karang.
3. Mampu hidup sampai kedalaman 30 meter, di perairan tenang dan terlindung.
4. Sangat tergantung pada cahaya matahari yang masuk ke perairan.
5. Mampu melakukan proses metabolisme termasuk daur generatif secara optimal, jika keseluruhan tubuhnya terbenam air.
6. Mampu hidup di media air asin.
7. Mempunyai sistem perakaran yang berkembang baik.



2.4 Asosiasi dan Interaksi di Ekosistem Padang Lamun
Lamun hidup di perairan dangkal yang agak berpasir dan di daerah terumbu karang, serta membentuk komunitas yang tebal, sehingga dapat menjadi padang lamun yang luas. Menurut Soedharma (2008a), ekosistem lamun terletak di antara dua ekosistem bahari penting yaitu ekosistem mangrove dan ekosistem terumbu karang (Gambar 8), tetapi lamun tidak terisolasi atau berdiri sendiri, melainkan berinteraksi dengan kedua ekosistem tersebut.














Gambar 8. Tipologi dan fungsi dari masing-masing ekosistem (Ogden dan Gladfelter, 1983 dalam Soedharma, 2008a).

Peran lamun menurut Hutomo dan Azkab (1987), adalah sebagai berikut :
1. Sebagai produsen primer, karena lamun memfiksasi sejumlah karbon organik yang sebagian besar kemudian memasuki rantai makanan di laut, baik melalui pemangsaan langsung oleh herbivora maupun melalui dekomposisi serasah.


2. Sebagai habitat biota, lamun memberi perlindungan dan menjadi tempat pelekatan hewan dan tumbuh-tumbuhan.
3. Sebagai penangkap sedimen, lamun yang lebat dapat memperlambat gerakan air yang disebabkan oleh arus dan ombak.
4. Sebagai pendaur zat hara, makanan dan kebutuhan lain, seperti bahan baku pembuatan kertas.
Menurut Fortes (1990), peran lamun bagi manusia baik langsung maupun tidak langsung dapat dibagi menjadi dua, yaitu peran tradisional misalnya sebagai bahan baku tenunan keranjang dan kompos untuk pupuk, maupun peran kontemporer misalnya penyaring air buangan dan pembuatan kertas. Ekosistem padang lamun sangat rentan dan peka terhadap perubahan lingkungan hidup, seperti kegiatan pengerukan dan pengurugan, pembuangan sampah organik cair dan sampah padat, pencemaran oleh limbah industri terutama logam berat, pencemaran limbah pertanian dan minyak, serta penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti potasium sianida. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan daya dukung (carrying capacity) ekosistem padang lamun, dalam fungsinya sebagai tempat produksi ikan.

1 komentar:

  1. The Titanium Max Trimmer | The Techno-NTSD
    The Titanium titanium mens wedding band Max Trimmer · titanium hair The Max Trimmer · The Max Trimmer · The Max Trimmer · powerbook g4 titanium The Max Trimmer · The Max Trimmer · The Max Trimmer titanium guitar chords · The Max titanium banger Trimmer.

    BalasHapus